Lestarikan Seni Tradisional, Pemkab Sumenep Tampilkan Kesenian Topeng Dalang

Lestarikan Seni Tradisional, Pemkab Sumenep Tampilkan Kesenian Topeng Dalang
Pagelaran Topeng Dalang yang mulai jarang ditonton generasi muda © i.pinimg.com

Berbagai kesenian tradisional mulai tergerus zaman. Teknologi dan kemajuan zaman membuat kesenian tradisional asing bagi masyarakat, terutama generasi muda. Menangkap kondisi tersebut, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep menyuguhkan Pagelaran Topeng Dalang selama dua malam, Jumat hingga Sabtu atau 7-8 September 2018.

Tak seperti biasanya, Pagelaran Topeng dalang dalam rangkaian Tahun Kunjungan Wisata Sumenep 2018 tersebut dilaksanakan di areal pedagang kaki lima (PKL) Bangkal. "Semula akan kami gelar di lapangan kesenian gotong-royong. Tapi banyak permintaan dari PKL agar sesekali ada pertunjukan disana. Akhirnya pagelaran topeng dalang kami pindah ke Bangkal, dengan harapan mampu menyedot pengunjung," kata Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda. dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Sufiyanto, Jumat (7/9/2018).

Ia menuturkan, pagelaran topeng dalang tersebut sebagai upaya pelestarian salah satu budaya tradisional masyarakat Sumenep.

"Kami berharap topeng dalang tidak sekedar tinggal catatan sejarah. Jangan sampai topeng dalang tergerus globalisasi. Kami ingin pagelaran topeng dalang ini memupuk kembali gairah pelaku seni tradisional di Sumenep," ujarnya.

Sufiyanto juga berharap ada regenerasi pelaku kesenian topeng dalang, agar bisa semakin maju dan terus berkembang. Bahkan diharapkan kembali berjaya di tingkat dunia seperti beberapa tahun lalu.

"Tahun 80-an, topeng dalang Sumenep ini pernah sangat berjaya, dan sempat tampil di Amerika, Belgia, Belanda, Jepang, dan Jerman. Semoga topeng dalang sekarang mampu mengembalikan kejayaan masa lalu," pungkasnya. (*)

Source: beritajatim.com

Pilih Bangga Bangga 100%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu