Catatan BIG #Resolusi2019: Tingkatkan Kerjasama Lintas Generasi Bangkalan

Catatan BIG #Resolusi2019: Tingkatkan Kerjasama Lintas Generasi Bangkalan
Humron Maula bersama KH. Mustofa Bisri © dok. Humron Maula

Di antara pembicara dalam Diskusi #1 NgopiBaik “Membangun Asa Resolusi Bangkalan 2019” adalah Humron Maula. Seorang yang kini telah berprofesi sebagai pendidik dan pengusaha, namun masih dikenal sebagai politisi karena pernah menjabat sebagai anggota DPRD Bangkalan 5 tahun silam.

Saat diberi kesempatan bicara dalam diskusi, Humron menyambung apa yang disampaikan perwakilan dari Komunitas Plat-M tentang internet. “Manusia yang hidup sekarang ini dibagi menjadi 5 generasi,” terangnya.

Di antaranya, lanjut Humron, adalah generasi yang lahir tahun 1940 - 1965 yang disebut baby boomers yang sekarang ini memiliki cukup banyak aset dan kekuatan meski sudah sepuh. Kemudian ada generasi X yang lahir pada 1965-1980 yang menikmati kemerdekaan dan banyak bermain di alam. “Sehingga main internetnya tidak terlalu canggih. Dalam berbisnisnya pun konvensional,” tegas Humron.

Selanjutnya generasi Y, yang lahir tahun 1980 – 2008. “Akrab disebut generasi milenial. Karena sejak kecil sudah mengenal game nintendo dan lain-lain. Jarinya sudah terlatih menekan banyak tombol. Bisnisnya di dunia maya,” paparnya. Setelah itu lahir generasi Z dan generasi Alpha yang semakin akrab dan banyak berinteraksi dengan internet dan dunia maya.

Di Bangkalan, sambung Humron, generasinya juga ada 5 seperti yang dijelaskannya. Namun, kenyataannya, hingga saat ini di Bangkalan hanya ada 2 orang yang bisa membuat orang datang ke Bangkalan sejak ada Jembatan Suramadu.

“Satu masih hidup, satunya sudah meninggal dunia. Yaitu, Sinjay (Warung Bebek Goreng) yang sampai bikin macet itu. Satunya lagi, (Pasarean) KH. Muhammad Cholil bin Abdul Latif,” jelas pria berkacamata itu. Sayangnya, lanjutnya, setelah itu Bangkalan tidak mampu menangkap. Orang hanya datang ke Sinjay dan Pasarean lalu pulang.

“Saya sebagai politisi sebenarnya juga prihatin dengan kondisi itu. Tapi kita harus melakukan sesuatu meskipun tanpa pemerintah. Nanti kalau kita melakukan hal positif, pemerintah pada akhirnya pasti akan mendukung kok,” paparnya.

Untuk itu Humron mengharap ke depan harus ditingkatkan kerjasama lintas generasi yang ada di Bangkalan. Yaitu dengan potensi dan kemampuan masing-masing generasi tersebut. “Generasi baby boomers dan X yang kebanyakan masih konvensional bergabung dengan generasi Y, Z dan Alpha yang sangat modern. Saya kira ini akan membuat pembangunan Bangkalan lebih baik lagi ke depan,” tuturnya. (nra)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 0%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 100%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu