Budidaya Jagung Lokal Khas Madura

Budidaya Jagung Lokal Khas Madura
Keterangan Gambar Utama © Antara Jatim

Jagung merupakan salah satu tanaman penting di Pulau Madura, selain padi, tembakau, kacang-kacangan dan lain – lain nya. Varietas Jagung lokal madura merupakan pilihan utama bagi petani-petani di kawasan madura. Banyak sekali penawaran serta promosi para perusahaan benih jagung hibrida maupun komposit, dan dukungan pemerintah melalui berbagai program penanaman varietas baru. Beberapa hal menarik untuk mengetahui budidaya jagung lokal yang dimilikiMadura serta jenis – jenis tanamannya.

Masyarakat Madura , khususnya daerah Sumenep mengenal beberapa jenis Jagung lokal khas Madura antara lain jagung Guluk-Guluk, elos dan kretek, Manding dan Tlango. Penggunaan Jagung varietas lokal karena warna biji dan rasanya sangat diminati oleh petani setempat. Petani - petani di madura menanam jagung untuk di makan sendiri. Jagung lokal biasanya digunakan untuk pakan ternak, seperti ayam, burung dan lain - lain, jagung lokal khas madura memiliki kualitas bagus serta khasiat yang baik apabila di konsumsi masyarakat unutk makanan pokok tradisional serta keunggulan tersendiri untuk jagung pakan ternak karena bijinya lebih kecil, sehingga ayam dan burung mudah untuk memakan nya atau mengkonsumsi.

Jagung lokal madura memiliki dua varietas lokal yang bagus untuk di tanam yaitu elos dan kretek. Setiap varietas lokal yang di tanam memiliki karakteristik fisik yg berbeda. Jagung kretek memiliki tongkol dan biji yang kecil dari pada jenis hibrida, biji berwarna kuning, dengan panjang tongkol sekitar 10 cm. Jagung Elos memiliki karakteristik sendiri, beberapa petani mengatakan bahwa jagung elos memiliki karakteristik yang mirip, tetapi memiliki perbedaan dibagian panjang tongkol serta pertumbuhan nya yakni jagung elos menghasilkan tongkol yang lebih panjang sekitar 15 – 17 cm. Umur kedua jagung itu sama, sekitar 70 hari.

Cara menanam Jagung Lokal Madura dengan mudah untuk budidaya serta melestarikan jagung lokal khas madura yang berkualitas. Sebelum tanam lahan diolah terlebih dahulu dengan pengolahan tanah cara petani yang tradisional akan menghasilkan jagung yang berkhasiat. Pengolahan tanah dilakukan menggunakan cara khas madura yaitu dengan tenaga sapi . Penanaman secara sebar dengan jarak 40cm x 40cm dengan populasi per hektar 62.500 tanaman. Alur penanaman dilakukan secara memutar dengan mengatur jarak antar baris bajakan 40 cm dan diikuti peletakan benih Jagung dengan jarak dalam baris benih 40 cm. Setelah benih disebar atau diletakkan, tanah kemudian ditutup menggunakan alat bajak lagi. Caranya dengan melewati tanah tengah antar barisan yang tidak disebari benih Jagung. Cara ini dilakukan karena dapat mengurangi biaya tenaga kerja.

Sebelum anda membudidayakan jagung lokal khas madura yang berkualitas sebaiknya anda mempelajari tentang jagung lokal madura tersebut karena banyak sekali serta banyak hal yang perlu anda ketahui untuk menghasilkan jagung lokal madura yang berkualitas serta berkhasiat. Cara penanaman yang rutin dan detail akan dapat melestarikan jagung lokal khas madura dengan baik dan sehat.


Sumber: http://beritabumi.or.id/rahasia-jagung-lokal-madura-7/

Pilih Bangga Bangga 50%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 25%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 25%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu