Minuman Khas Tradisional dari Hasil Bumi Madura

Minuman Khas Tradisional dari Hasil Bumi Madura
tribunnews.com

Kalau makanan, Madura dikenal jago makanan-makanan gurih dan didominasi dengan makanan berbahan dasar daging, baik daging sapi, daging unggas, maupun daging ikan. Khalayak mengenal nasi bebek menjadi primadona yang dituju, jika berkunjung ke pulau garam. Sate daging, kambing, maupun ayam dijual hampir di seluruh pelosok Nusantara, jika Padang dikenal dengan rendangnya sampai ke seluruh dunia, Madura lekat dengan para penjual sate yang sampai sekarang dijajakan keliling bak mobile vending machine. Meski sebenarnya masih banyak makanan tradisional Madura berbahan dasar daging sapi yang lebih pasti disukai oleh para pecinta kuliner, jika berkunjung ke Madura, seperti Kaldu Kokot, Sop Kikil, Nasi Petis, dan Soto Daging, makanan berbahan dasar daging ikan laut juga pantas dilirik, mengingat Madura juga kaya akan hasil lautnya. Hasil laut Madura juga tak lepas dari keadaan geografisnya yang kepulauan, nah dari bentuk kepulauan ini lah kita akan tilik minuman apa yang menjadi ciri khas pulau yang dikenal dengan julukan pulau garam ini.

Tree of life, begitu lah pohon kelapa dijuluki karena kegunaan dan manfaatnya. Meski sebaran pohon kelapa di pulau Madura tidak merata, namun di bagian timur Madura, Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu daerah sebagai penghasil komoditi kelapa yang cukup besar di Jawa Timur. Tiap tahun ada 1.5 Miliar butir kelapa dari luas areal 300 ribu hektare, dengan nilai ekonomis sebesar Rp 4.5 triliun, jika sebutir dijual Rp 3000 saja. Masyarakat Madura sendiri pun cukup lekat dengan minuman-minuman tradisional yang berbahan dasar dari buah kelapa ini, meski tidak hanya pohon kelapa saja yang bisa ditemui di Madura, jenis tumbuhan palem-paleman seperti pohon pinang dan pohon nira juga banyak tumbuh dan dimanfaatkan sebagai minuman khas berkhasiat. Tiga jenis tumbuhan palem-paleman yang tumbuh di Madura tersebut ada yang dijadikan olahan minuman, sampai bahan dasar obat herbal karena terbukti berkhasiat secara turun-temurun, bahan herbal lainnya seperti jahe dan serai. Ada pun beberapa olahan minuman khas tradisional Madura tersebut antara lain;

Air kelapa

Air kelapa yang disajikan dingin merupakan pilihan tepat jika berkunjung ke pulau garam yang sedikit lebih terik sinar matahari dan panas hawanya. Air kelapa muda sebagai minuman yang memiliki komposisi cairan seimbang untuk mencegah dehidrasi, mengembalikan stamina tubuh, meningkatkan fungsi otak, melancarkan pencernaan, serta mencegah gangguan jantung dan ginjal. Air kelapa dari pohon kelapa di Madura sangat terkenal akan kandungan air, daging, sampai perasan santannya, bahkan kelapa kopyor Sumenep disebut mampu bersaing karena daging kopyor yang lebih banyak dan lebih gurih. Air kelapa lebih mudah dimodifikasi dengan minuman lain seperti sirop dan rempah, salah satu pengembangan air kelapa menjadi sajian minuman Madura yang dicampur rempah, yaitu wedang kobbhu’, yang bisa dinikmati dingin maupun hangat. Campuran rempah jahe, daun serai, dan gula merah membuat wedang kobbhu’ beraroma herbal, layaknya jamu-jamuan khas Nusantara, yang merupakan bentuk dari cipta kearifan Nusantara. Rempah seperti jahe dan serai yang terdapat di wedang kobbhu’, merupakan jenis rempah yang dapat tumbuh baik di tanah pulau Madura, yang dikenal kering dan melimpah sinar matahari dengan suhu yang cukup panas.

Wedang Poka’

Dari rempah ini pun Madura memiliki wedang poka’ (dhâng poka’), minuman dengan cita rasa dan aroma jahe, serai, dan gula merah yang kerap dinikmati hangat. Bahkan menurut penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB), minuman khas tradisional Madura tersebut direkomendasikan untuk mencegah serangan Corona Virus Desease 2019 (SARS-Cov19) karena bahan-bahan dasarnya. Minuman yang menurut cerita orang tua Madura, merupakan sajian para Priyayi yang menyimbolkan kehangatan dan keramahtamahan. Hal ini cukup berbeda dengan sajian minuman hangat di belahan bumi Nusantara lainnya, seperti teh dan kopi, jahe merupakan tanaman wajib bagi petani di desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, dan sebagian besar petani di Desa Banyior, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan. di dua Dusun Desa Banyior, yakni dusun Lendendan Dusun Sabungan, selain untuk olahan minuman, jahe juga dimanfaatkan sebagai bahan pangan atau rempah-rempah dan pakan ternak. Hampir tidak ada yang tersisa dari tanaman jahe, dari rimpang, daun sampai batang jahe semuanya bermanfaat bagi kehidupan masyarakat yang menanamnya. Tak heran jika di dusun ini tiga varian jahe, yakni jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah banyak ditemui tumbuh subur baik di tepi persawahan, pekarangan warga, sampai tepi jalan Dusun.

La’ang (Legen)

Minuman lain dari olahan tanaman palem-paleman yang disajikan sebagai minuman khas Madura adalah legen. Minuman yang dibuat dari bahan alami, yakni pohon siwalan atau lontar jenis betina yang memiliki bunga berbentuk sulur. Di Madura, populasi tanaman yang disebut ta’al dalam bahasa Madura, mencapai 500.000 tanaman di luas 15.000 Ha lahan, tak heran jika orang Madura senang mengonsumsi air nira dari pohon siwalan melalui tangkai tandan bunga yang dipotong lalu disadap, karena memiliki manfaat yang beragam. Selain menyegarkan, air la’ang akan sangat manis jika musim kemarau tiba, la’ang juga dipercaya memiliki manfaat memperbaiki fungsi ginjal, menyembuhkan asma kronis, hingga memperbanyak jumlah sel sperma dan mengobati gejala impotensi. Di jaman dulu pun, daun pohon siwalan yang disebut lontar ini pun digunakan media menulis, selain kerajinan tangan, terutama tikar pembungkus daun tembakau. Sumenep merupakan Kabupaten yang paling banyak menghasilkan la’ang yang sudah dikemas untuk siap diminum, di Kabupaten Bangkalan kita bisa menemukan la’ang dalam kemasan ini di jual di jalan-jalan penghubung antara Kecamatan Klampis menuju Kecamatan Sepuluh.

Dari tiga sajian minuman khas tradisional Madura yang mana yang ingin anda coba? Tiga-tiganya bisa disajikan baik hangat maupun dingin, semuanya bermanfaat bagi tubuh dan kesehatan. Ketiganya pun merupakan minuman olahan dasar, yang dengan mudah diperoleh dari tanaman khas geografi pulau Madura. Pengembangan dari segi agrobisnis dengan melibatkan banyak pihak, perlu dilakukan agar pulau Madura mampu mempertahankan dan mengembangkan olahan-olahan minuman khasnya, tanpa latah membuat minuman-minuman yang diolah dari tanaman yang tidak atau jarang sekali bisa tumbuh di Madura, bahkan minuman-minuman modern yang berasal dari budaya luar. (AD)

Pilih Bangga Bangga 0%
Pilih Sedih Sedih 0%
Pilih Senang Senang 100%
Pilih Tak Peduli Tak Peduli 0%
Pilih Terinspirasi Terinspirasi 0%
Pilih Terpukau Terpukau 0%

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu